Sumbawa Barat, LENTERA NTB — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sekongkang dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah ruas jalan di wilayah tersebut mengalami kerusakan.
Kondisi ini memicu keluhan dari warga karena akses utama yang menghubungkan antarwilayah kini sulit dilalui, terutama pada malam hari atau saat hujan kembali turun.
Kerusakan paling serius terjadi pada jalur lintas Sekongkang–Tongo, yang menjadi jalur vital penghubung warga dengan pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan.
Di beberapa titik, badan dan bahu jalan mengalami longsor, bahkan sebagian jembatan tergerus derasnya aliran air sungai saat debit meningkat.
Hingga kini, jembatan tersebut belum mendapatkan perbaikan menyeluruh dari pihak terkait, membuat kekhawatiran masyarakat semakin besar terhadap keselamatan pengguna jalan.
Menanggapi hal itu, Kapolsek Sekongkang, Ipda Herman, S.H., M.M.Inov., membenarkan adanya kerusakan jalan akibat curah hujan tinggi.

Ia menjelaskan, beberapa titik sebelumnya sudah sempat diperbaiki setelah terdampak longsor dan banjir, namun kondisi cuaca ekstrem membuat kerusakan kembali terjadi.
“Kerusakan bahu jalan dan jembatan memang disebabkan oleh longsor serta banjir beberapa waktu lalu. Meski sempat diperbaiki, intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari ini membuat, Selasa, 11 November 2025.
Ia juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari atau ketika hujan deras.
“Kami berharap instansi terkait segera melakukan perbaikan, khususnya pada jembatan penghubung, agar aktivitas masyarakat tidak terganggu dan risiko kecelakaan dapat diminimalkan,” tambahnya.
Kerusakan jalan di wilayah Sekongkang ini menjadi perhatian serius masyarakat. Mereka berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun tangan melakukan perbaikan darurat, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas warga, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi di wilayah selatan Kabupaten Sumbawa Barat. (Dn)
