Sumbawa Barat, lenteraNTB.com— Masyarakat diminta waspada terhadap oknum atau calo yang mengaku dapat mempercepat proses pencairan biaya pendamping pasien dalam program KSB Maju Kesehatan.
Direktur RSUD Asy-Syifa’, Andy Suhaeri, S.ST., MM.Inov., menegaskan bahwa proses pencairan bantuan tersebut tidak membutuhkan perantara siapa pun, karena mekanisme resmi yang diterapkan sudah cepat, transparan, dan mudah diakses langsung oleh masyarakat.
“Ada oknum yang menjanjikan pencairan KSB Maju Kesehatan lebih cepat, padahal prosesnya tidak lama. Saya pernah ditelepon orang yang menanyakan hal ini, dan saya jawab langsung bahwa selama dokumen lengkap, dana bisa cair saat itu juga tanpa berbelit-belit,” tegas Andy, Rabu, 7 Oktober 2025.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak mana pun yang menjanjikan kemudahan atau percepatan pencairan dengan imbalan tertentu.
Sejak diluncurkan pada April 2025, program KSB Maju Kesehatan telah memberikan manfaat kepada 495 warga Kabupaten Sumbawa Barat yang menerima biaya pendamping pasien.
Program unggulan Pemerintah Daerah ini merupakan bentuk nyata komitmen dalam menjamin akses kesehatan yang merata dan inklusif, terutama bagi pasien yang dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.
“Dari launching KSB Maju Kesehatan bulan April lalu hingga saat ini, sudah ada 495 orang yang mendapatkan biaya pendamping pasien. Ini menunjukkan program ini benar-benar membantu masyarakat,” jelas Andy.
Selain tanpa melalui perantara, Andy menegaskan bahwa masih banyak masyarakat yang salah memahami perbedaan antara program KSB Maju Kesehatan dan BPJS Kesehatan.
Ia menjelaskan, BPJS menanggung biaya pengobatan pasien mulai dari pemeriksaan hingga tindakan medis, sementara KSB Maju Kesehatan menanggung biaya pendamping pasien yang selama ini sering menjadi beban tambahan bagi keluarga.
“Kalau BPJS itu bicara tentang penyakit yang ditanggung, dari pasien masuk layanan kesehatan sampai pulang. Sementara KSB Maju Kesehatan ini fokus pada biaya pendamping pasien,” ungkapnya.
Program ini juga memiliki keunggulan tersendiri, karena dapat mengcover biaya ambulance kasus-kasus yang tidak ditanggung BPJS maupun asuransi lain.
“Yang istimewa dari KSB Maju Kesehatan adalah ketika ada orang sakit atau kecelakaan misalnya karena pengaruh alkohol, maka program ini tetap bisa memberikan bantuan ambulance,” tambah Andy.
RSUD Asy-Syifa’ bersama Dinas Kesehatan terus mengingatkan masyarakat agar mengurus sendiri bantuan biaya pendamping melalui jalur resmi yang telah disediakan. Prosedur pengajuan bantuan relatif cepat dan tidak memerlukan biaya tambahan apa pun.
“Kami terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tahu prosedur yang benar. Program ini dibuat untuk memudahkan, bukan untuk dipersulit atau dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu,” tegas Andy. (Dn)



