Sumbawa Barat, LenteraNTB — Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) berupaya menghidupkan kembali aktivitas di Dermaga F3 Poto Tano yang sudah lebih dari dua tahun tidak beroperasi.
Dermaga yang pernah menjadi jalur transportasi cepat menuju Labuhan Lombok itu kini tak lagi digunakan, setelah kapal cepat Tenggara Satu berhenti beroperasi pada awal 2023.
Kepala Dinas Perhubungan KSB, Suharno, menjelaskan bahwa pihaknya sedang mencari alternatif operator kapal cepat yang bersedia memanfaatkan kembali dermaga tersebut.
“Kita ingin Dermaga F3 kembali aktif digunakan kapal cepat seperti dulu saat dimanfaatkan KM Tenggara Satu. Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan Asosiasi Kapal Cepat untuk mencari siapa yang berminat mengoperasikan rute Poto Tano–Khayangan / Labuan Lombok,” ujarnya kepada LenteraNTB, beberapa waktu lalu.
Pemerintah daerah, kata Suharno, telah membuka peluang kerja sama dengan pengusaha kapal cepat. Bahkan, beberapa pihak dari asosiasi sudah menunjukkan ketertarikan, meski belum memberikan kepastian.
“Kami sudah dihubungi oleh Asosiasi Kapal Cepat, dan ada yang menunjukkan minat. Namun, mereka masih perlu waktu untuk berkonsultasi dan mempertimbangkan aspek bisnisnya,” jelasnya.

Ia mengakui, jika pemerintah harus membeli kapal cepat sendiri, biayanya akan sangat besar. Karena itu, Dishub KSB lebih memilih menggandeng pihak swasta untuk mengelola layanan tersebut.
“Kalau jalan keluarnya Pemda harus beli kapal cepat, itu mahal juga. Jadi kami terus berusaha mencari investor atau pengusaha yang siap mengoperasikan kapal di jalur itu,” tambahnya.
Suharno juga menyoroti pentingnya menyesuaikan kapasitas kapal dengan kebutuhan penumpang. Berdasarkan evaluasi, kapal cepat Tenggara Satu yang berkapasitas sekitar 200 kursi dinilai terlalu besar untuk jumlah penumpang yang ada.
“Untuk menunjang penumpang kapal cepat, yang kita butuhkan paling tidak kapal dengan kapasitas sedang, misalnya 100 seat saja. Itu lebih realistis dengan kondisi penumpang kita sekarang,” paparnya.
Sebagai informasi, Dermaga F3 yang dulunya dikenal sebagai Dermaga Rakyat Poto Tano, diresmikan pada 16 Maret 2020 oleh Bupati Sumbawa Barat saat itu, W Musyafirin.
Setahun kemudian, tepatnya pada 9 September 2021, kapal cepat Tenggara Satu mulai beroperasi melayani rute Poto Tano–Labuhan Lombok, dan sempat menjadi pilihan utama masyarakat yang membutuhkan transportasi cepat antar-pulau.
Namun, pada awal 2023, layanan tersebut terhenti akibat kerugian operasional yang dialami pihak pengelola kapal. Sejak itu, Dermaga F3 tidak lagi digunakan kapal cepat dan praktis menjadi fasilitas yang menganggur.
Dengan langkah yang kini ditempuh oleh Dinas Perhubungan, diharapkan dalam waktu dekat dermaga tersebut kembali berfungsi sebagaimana mestinya.
“Kalau pengusaha yang punya kapal sudah siap, sekarang pun bisa langsung jalan. Karena dermaganya sudah ada dan siap digunakan,” pungkas Suharno. (Dn)
