Berita Terkini

Belum Ada Progres, Pembangunan Jembatan KSB–Sumbawa di Sekongkang Kembali Dipertanyakan

Sumbawa Barat. Radio Arki — Pembangunan jembatan permanen yang menghubungkan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Kabupaten Sumbawa di jalur selatan kembali menjadi sorotan warga setempat.

Hingga hampir setahun setelah jembatan di Desa Sekongkang Bawah putus akibat banjir pada 2 Januari 2025, belum terlihat adanya progres pembangunan dari Pemerintah Provinsi NTB.

Kondisi ini membuat masyarakat kembali mempertanyakan kepastian realisasi proyek yang sangat vital bagi mobilitas dan aktivitas ekonomi dua kabupaten melalui jalur selatan tersebut.

Jembatan yang menjadi akses utama masyarakat itu hingga kini hanya digantikan oleh jembatan sementara yang dibangun PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Meski berfungsi sebagai jalur darurat, warga menilai jembatan tersebut rawan dan tidak dapat diandalkan dalam jangka panjang.

Rahmat Hidayat, warga sekaligus mantan Kepala Desa Sekongkang Bawah, menyampaikan keprihatinannya atas minimnya langkah konkret dari pemerintah.

Ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan jembatan permanen merupakan kebutuhan mendesak.

“Pembangunan jembatan harus segera dilakukan agar masyarakat tidak lagi mengandalkan jembatan sementara yang dibangun PT Amman,” ujar Dayat kepada Lentera NTB, Senin, 8 Desember 2025.

Ia juga mengingatkan bahwa Gubernur NTB pernah menjanjikan bahwa penanganan kerusakan jembatan akan dilakukan tahun ini, namun hingga kini belum terlihat tanda-tanda dimulainya pekerjaan.

“Janjinya tahun ini dikerjakan supaya akses dua kabupaten bisa kembali normal. Tapi kok belum ada tanda-tanda pengerjaan. Ada apa?” ungkapnya.

Desakan serupa juga ditujukan kepada Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi (BPJP) Pulau Sumbawa, Mustafa Barak.

Pada 30 Oktober 2025 lalu, Mustafa bersama Manajer Eksternal PT AMNT meninjau lokasi dan menyampaikan target penyelesaian penanganan jembatan pada tahun ini.

“Katanya target seluruh pekerjaan selesai tahun ini, tapi saya melihat belum sedikit pun ada progres maupun tanda-tanda pengerjaan,” tegas Dayat.

Warga Sekongkang berharap pemerintah provinsi dan instansi terkait segera memberikan kepastian jadwal pembangunan jembatan permanen.

Mereka meminta pemerintah memastikan akses transportasi kembali pulih demi mendukung aktivitas ekonomi, memperlancar mobilitas warga, serta menjamin keselamatan pengguna jalan di jalur penghubung dua kabupaten tersebut. (Admin02.RadioArki)

Related posts

Disparpora KSB Dorong Ekonomi Kreatif Melalui Pelatihan Barista

TIm Redaksi

Aliansi Rakyat Sumbawa Barat Bersatu Gelar Konsolidasi Akbar Tolak Izin Usaha Penjualan Miras di KSB

TIm Redaksi

Dermaga F3 Lama Nganggur, Kadishub KSB: Masih Kita Carikan Kapal Cepat

TIm Redaksi

Leave a Comment