Sumbawa Barat. LENTERA NTB — Kehadiran Bukito Restaurant di Desa Labuan Kertasari, Kecamatan Taliwang, kian memperkuat geliat pariwisata Kabupaten Sumbawa Barat. Mengusung konsep wisata kuliner yang menyatu dengan alam, Bukito Restaurant perlahan menjelma menjadi magnet baru bagi masyarakat dan wisatawan, sekaligus menghadirkan komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan dan dukungan terhadap program pemerintah daerah.
Bukito Restaurant tidak sekadar hadir sebagai tempat makan dan menikmati kopi, tetapi diproyeksikan sebagai embrio kawasan wisata terpadu yang mengedepankan kenyamanan, keindahan alam, serta kolaborasi dengan masyarakat lokal. Pengalaman menyeruput kopi di tengah hamparan hijau Kertasari menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang mencari suasana santai dan alami.
Restoran ini mulai dibangun sejak tahun 2024 di atas lahan seluas kurang lebih 34 are. Kawasan tersebut dirancang sebagai ruang terbuka yang teduh, hijau, dan ramah pengunjung. Penataan dilakukan secara bertahap dengan prinsip keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan, sehingga kawasan wisata tetap terjaga secara ekologis.
Suasana alam yang asri dipadukan dengan desain sederhana namun estetik menjadikan Bukito Restaurant sebagai ruang publik yang aman dan nyaman bagi berbagai kalangan. Tidak hanya menjadi destinasi kuliner, kawasan ini juga diarahkan sebagai ruang rekreasi keluarga dan wisatawan.
Dalam pengembangannya, manajemen Bukito Restaurant mengusung konsep pariwisata terpadu. Selain kuliner, kawasan ini direncanakan dilengkapi dengan pembangunan villa dan ruang rekreasi guna memperpanjang lama kunjungan wisatawan. Konsep tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Desa Labuan Kertasari sebagai salah satu destinasi wisata baru di Sumbawa Barat.
Kehadiran Bukito Restaurant juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Warga dilibatkan secara langsung dalam operasional usaha serta diberi ruang untuk memasarkan produk-produk lokal dan UMKM, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas.
Owner Bukito Restaurant sekaligus Komisaris PT Del Boca Vista, Jitse Theodoor Nathalie Druyts, menyampaikan bahwa kehadiran Bukito Restaurant merupakan hasil kerja keras dan kebersamaan seluruh tim.
“Kami percaya Bukito Restaurant dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat. Kami ingin tumbuh bersama, melibatkan warga lokal, dan mendukung pengembangan pariwisata daerah,” ujarnya saat soft opening, Rabu, 7 Januari 2026.
Sebagai wujud nyata komitmen terhadap pariwisata berkelanjutan, Bukito Restaurant menggandeng Komunitas Hijau Biru dalam pengelolaan lingkungan. Kerja sama ini mencakup pemilahan dan pengolahan sampah yang dihasilkan dari seluruh aktivitas restoran, guna meminimalkan dampak lingkungan.
Ketua Komunitas Hijau Biru, Herman Usman, menyampaikan apresiasi atas inisiatif positif yang dibangun oleh Bukito Restaurant. Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha wisata dalam menjaga lingkungan merupakan langkah penting dalam menciptakan destinasi wisata yang berkualitas.
“Kami mengapresiasi komitmen Bukito Restaurant yang sejak awal sudah memikirkan pengelolaan lingkungan. Kami siap bekerja sama dan berharap ini bisa menjadi contoh bagi pelaku wisata lainnya. Wisata yang baik tidak terlepas dari pengelolaan lingkungan yang baik pula,” ungkap Herman Usman.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada manajemen Bukito Restaurant dan Bukit Samudera atas kepercayaan yang diberikan kepada Komunitas Hijau Biru dalam menjaga kualitas lingkungan kawasan wisata.
Fasilitas Ibadah dan Dukungan Program Pemerintah
Sebagai destinasi wisata yang inklusif, manajemen Bukito Restaurant juga merencanakan pembangunan musholla di dalam kawasan wisata. Fasilitas ini disiapkan untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan muslim dalam menjalankan ibadah.
Sementara itu, Camat Taliwang, Hasdar, SE, mengapresiasi kehadiran Bukito Restaurant di Desa Labuan Kertasari. Ia menilai investasi tersebut sejalan dengan program pemerintah dalam mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah.
“Kehadiran Bukito Restaurant menambah pilihan tempat wisata, tempat ngopi, dan makan yang nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan. Ini patut kita dukung bersama sebagai bagian dari pengembangan pariwisata dan ekonomi Sumbawa Barat,” ujarnya. (Dn)
