Sumbawa Barat, LENTERA NTB— Gelaran Jelajah Alam Sumbawa (JAS) kembali menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara.
Dua turis, Amanda dari Estonia dan Livin asal Prancis, turut hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan selama dua hari di Desa Seloto.
Keduanya mengaku terkesima dengan suasana event dan keramahan masyarakat setempat.
Amanda menyebut, selain aksi para trabaser, JAS menghadirkan pengalaman budaya yang tidak ia temukan di tempat lain.
Ia merasakan bagaimana masyarakat Seloto menyambut para peserta maupun pengunjung dengan keterbukaan dan kehangatan.
“Masyarakatnya ramah dan sangat welcome. Kami merasa nyaman berada di sini,” ujarnya, pada closing ceremony JAS Seloto, Minggu, 16 November 2025.
Livin juga menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, ajang yang digelar di tahun ketiga ini tidak hanya menyajikan pertarungan adrenalin para rider, tetapi juga memperlihatkan keindahan alam Sumbawa Barat yang memikat.
“Ini bukan hanya tentang acaranya, tapi juga tentang tempat dan orang-orangnya. Kami menikmati semuanya,” tambahnya.
Selama berada di Seloto, keduanya mengikuti kompetisi Raja Tanjakan Indonesia Timur serta event trabas yang digelar keesokan harinya.
Pengalaman ini membuat keduanya berencana melanjutkan perjalanan wisata ke destinasi lain di Sumbawa Barat, seperti Bukit Mantar dan deretan pantai di Sekongkang.
“Kami ingin melihat Mantar dan beberapa pantai di Sekongkang. Kami dengar tempat itu sangat indah,” kata Livin.
Kehadiran wisatawan mancanegara seperti Amanda dan Livin memperlihatkan bahwa JAS tidak sekadar menjadi ajang komunitas trail, tetapi juga membuka peluang promosi wisata Sumbawa Barat ke level global.
Event ini telah menjadi magnet baru bagi para pengunjung yang ingin mengenal alam, budaya, dan keramahan masyarakat setempat. (Dn)
