SUMBAWA BARAT, Lentera NTB – Untuk pertama kalinya, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadi tuan rumah Pameran dan Kontes Bonsai Nasional, sebuah ajang seni tanaman miniatur yang mempertemukan para pecinta bonsai se-Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Lahir (HARLA) KSB ke-22 dan berlangsung meriah di Lapangan Masjid Agung Darussalam, Komplek Kemutar Telu Center (KTC), Selasa, 4 November 2025.
Pameran dan kontes ini digelar oleh Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Sumbawa Barat, dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Kegiatan tersebut menampilkan karya-karya terbaik para pebonsai dari berbagai daerah di NTB dan menjadi wadah untuk mengasah kreativitas serta memperkuat jejaring komunitas bonsai di daerah.
Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, yang hadir sekaligus meresmikan pameran, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan berskala nasional ini.

Wabup Hanipah menyebut para pecinta bonsai sebagai pribadi-pribadi yang memiliki nilai seni dan budaya tinggi.
“Pemilik bonsai adalah orang-orang khusus yang memiliki seni, nilai budaya, kemahiran, serta kesabaran dalam merawatnya. Sumbawa Barat dengan terbuka menyambut dan mendukung event seperti ini untuk terus dilaksanakan di KSB,” ujarnya.
Wabup juga berharap agar kegiatan ini mampu menumbuhkan generasi baru pecinta bonsai di Bumi Pariri Lema Bariri.
“Dengan pameran ini, harapannya dapat melahirkan dan menciptakan peminat bonsai yang baru,” tambahnya.
Sebelum dibuka untuk umum, rangkaian kontes bonsai telah lebih dulu digelar pada 2–4 November 2025.
Menurut Ketua PPBI Cabang Sumbawa Barat, Mars Anugerainsyah, proses penilaian dilakukan langsung oleh tim juri dari PPBI Pusat yang datang khusus ke KSB.
“Proses kontes dan penilaian sudah berlangsung sejak dua hari lalu. Barulah pada hari ini hasil karya yang telah dinilai tersebut dibuka untuk dinikmati langsung oleh masyarakat,” jelas Mars.
Selain pameran dan kontes, momentum ini juga diisi dengan pelantikan Pengurus PPBI Cabang Sumbawa Barat periode 2025–2029 oleh PPBI Pusat.
Pelantikan tersebut menandai langkah baru dalam pengembangan seni bonsai di KSB dan memperkuat posisi daerah ini sebagai bagian dari jaringan komunitas bonsai nasional. (Dn)
