SUMBAWA, Lentera NTB – Tim Satgas Pengendalian Harga Beras Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Polda NTB dan Satgas Pangan Nasional melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar dan pabrik beras di Kabupaten Sumbawa. Langkah ini dilakukan menyusul masih tingginya harga beras di pasaran yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Sidak dipimpin Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda NTB, Kombes Pol FX. Endriadi, S.I.K., didampingi Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Dilia Pria Firmawan, S.T.M., S.I.K. Tim gabungan terdiri dari unsur Bapanas, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, dan Bulog. Rombongan memulai pemantauan di Pasar Brang Biji dan Pasar Seketeng, lalu melanjutkan ke beberapa pabrik dan distributor seperti PT Pajar Atiga Putra (169) di Desa Jorok, PT Surya Lima Satu Mandi (SLSM) di Lape, serta UD Tanya Dhefyan di Moyo.
“Kami menemukan harga beras medium dan premium masih di atas HET. Untuk beras medium seharusnya Rp13.500 per kilogram dan premium Rp14.900, namun di lapangan masih dijual lebih tinggi,” ungkap Kombes Endriadi.
Ia menjelaskan, kenaikan harga di tingkat pedagang disebabkan pasokan dari distributor yang sudah naik lebih dulu. Karena itu, Satgas berdialog langsung dengan para distributor dan pedagang agar segera menyesuaikan harga sesuai ketentuan.
“Kami sudah sepakat dengan para distributor untuk melakukan penyesuaian harga. Tujuannya agar masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga wajar,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rinna Syawal, menegaskan pentingnya sinergi lintas instansi dalam menjaga stabilitas harga beras.
“Satgas ini melibatkan unsur kepolisian, perdagangan, ketahanan pangan, dan Bulog. Dari hasil pantauan, harga tinggi di Sumbawa disebabkan pasokan dari distributor memang sudah mahal,” jelasnya.
Rinna menambahkan, Bapanas telah meminta distributor melakukan penyesuaian harga agar rantai pasok tetap sehat. “Kami ingin semua pihak diuntungkan—petani tetap mendapat harga layak, pedagang memperoleh margin wajar, dan masyarakat bisa membeli beras dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Turut hadir dalam sidak tersebut Kadis Perdagangan NTB Jamaluddin Maladi, S.T., M.T., Kadis Pangan NTB Aidil Furqon, Sekdis Pangan Kabupaten Sumbawa Syaihuddin, S.P., Kepala Bulog NTB dan Bulog Sumbawa, serta perwakilan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa.
Sidak gabungan ini menjadi langkah preventif pemerintah untuk mencegah pelanggaran distribusi pangan serta menstabilkan harga beras di pasaran menjelang akhir tahun. (Dn)
